Basisdata Organisme Pengganggu Tanaman Karantina
   
Penelusuran Lanjutan (Advanced Search)
Beranda Depan (Home)

Nama/Spesies:Phymatotrichopsis omnivore (Duggar) Hennebert; (=Ozonium auricomum =O.omnivorum =Phymatotrichum omnivorum =Hydnum omnivorum), Anamorphic fungi; cotton root rot, Texas root rot of cotton, soft rot of cotton, cotton soft rot, grapevine Texas root rot
Kelompok:Cendawan
Kategori (Golongan):A1 (I)
Inang:(P): Fabaceae, Juglandaceae, Malvaceae, Rosaceae, Umbelliferae, Abelmoschus moschatus (okra, lady’s finger), Arachys hypogaea (kacang tanah, groundnut, peanut), Beta vulgaris var saccharifera (bit gula, sugar beet) Carya illinoinensis, Ficus carica (buah ara), Glycine max(kedelai, soybean), Gossypium barbadens (kapas, cotton), Juglans regia, Malus domesticum (apel, apple), Medicago sativa, Phaseolus, Populus, Prunus spp., Pyrus communis (pir, pear), Salix, Ulmus, Vitis vinifera (anggur, grapevine)
Media Pembawa:bagian tanaman (part of plant), media tanam (planting medium)
Sebaran:America: Mexico, USA , Venezuela
Deskripsi:Morfologi:
Ciri morfologi yang menjadi karakter cendawan P. omnivore di antaranya adalah bentuk sklerotia, struktur hifa yang bercabang, dan konidia. Koloni P. omnivore pada media biakan PDA (Potato dextrose agar) berwarna kunig kecokelatan hingga cokelat tua, terkadang membentuk untaian miselium dan hifa. Pembentukan konidia secara in vitro jarang terjadi, tetapi untuk spora biasanya dapat terbentuk di permukaan tanah yang lembab. Konidiofor berbentuk sederhana atau bercabang dan menghasilkan sejumlah konidia yang berbentuk membulat hingga oval. Hifa P. omnivore yang berwarna kekuningan hingga cokelat tua biasanya dapat ditemukan pada biakan yang steril dan di permukaan akar (in situ). Sklerotia berukuran 1-2 mm, yang dihasilkan secara berkelompok, dan biasanya berupa butiran-butiran di sepanjang untaian hifa. Sklerotia yang masih muda mulanya berwarna putih, kemudian berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat tua pada perkembangan selanjutnya.
Biologi:
Sklerotia merupakan sumber inokulum utama tejadinya penyakit. Cendawan P. omnivore juga biasanya muncul di sepanjang musim sehingga memungkinkan patogen tersebut untuk bertahan di dalam tanah selama beberapa tahun. Untaian hifa juga dapat bertahan di dalam akar pohon kapas selama kurang lebih satu tahun, tetapi perannya dalam menyebabkan penyakit belum diketahui. Faktor suhu dan kelembaban tanah sangat mempengaruhi perkembangan penyakit pada pertanaman kapas. 
Gambar:Klik gambar untuk melihat ukuran sebenarnya


Referensi:CABI [Crop Protection Compedium International]. 2005. UK: Wallingford
PaDIL [Pest and Disease Image Library]. 2007. http://www.padil.gov.au/viewPest.aspx?id=575 [21 Februari 2009]




Basisdata Organisme Pengganggu Tanaman Karantina
Badan Karantina Pertanian - Kementerian Pertanian Republik Indonesia

 

Ver 1.5.03.12
@admin